Kembali ke Berita
Digital Marketing

Digitalisasi UMKM Makin Penting, Website Bisnis Bisa Jadi Kunci Memperluas Pasar

13 Oktober 2026 Redaksi GAP Media
Digitalisasi UMKM Makin Penting, Website Bisnis Bisa Jadi Kunci Memperluas Pasar

GAPMEDIA NEWS— Digitalisasi semakin menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Pemanfaatan teknologi digital dinilai dapat membantu pelaku usaha memperluas akses pasar, meningkatkan penjualan, serta memperkuat daya saing produk lokal di tengah perkembangan ekonomi digital.

Dorongan tersebut kembali disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, dalam kunjungan kerja reses Komisi VII DPR mengenai kebijakan dan pemberdayaan UMKM serta kewirausahaan di Sulawesi Selatan pada Jumat (9/10/2026).

Dalam pemberitaan ANTARA pada Sabtu (10/10/2026), Hendry menekankan bahwa digitalisasi perlu berjalan seiring dengan pengembangan usaha, inovasi produk, peningkatan kapasitas pelaku usaha, dan perluasan akses pasar. 

ANTARA News Ambon, Maluku

+1

Perkembangan tersebut menjadi pengingat bahwa pelaku usaha tidak cukup hanya mengandalkan penjualan konvensional. Kemampuan memanfaatkan teknologi, termasuk website bisnis dan aplikasi digital, dapat menjadi salah satu faktor pendukung agar usaha mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.

Lebih dari separuh UMKM disebut belum terintegrasi dengan ekonomi digital

Dalam laporan yang sama, ANTARA mengutip data Kementerian UMKM yang menyebutkan bahwa sebanyak 4.220 UMKM telah terdigitalisasi melalui program digitalisasi pemasaran Juragan UMKM per 24 September 2026. Sementara itu, 56,2 persen UMKM disebut belum terintegrasi dengan ekonomi digital. 

ANTARA News Ambon, Maluku

+1

Angka tersebut menunjukkan masih adanya ruang untuk memperluas pemanfaatan teknologi di kalangan pelaku usaha. Namun, digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan kehadiran di media sosial atau platform perdagangan elektronik.

Pelaku usaha juga dapat mempertimbangkan pembangunan aset digital milik sendiri, seperti website perusahaan, katalog produk daring, sistem pemesanan, aplikasi kasir, hingga perangkat lunak untuk mengelola stok dan laporan keuangan.

Pilihan teknologi tentu perlu disesuaikan dengan kebutuhan, skala usaha, kemampuan anggaran, serta kesiapan sumber daya manusia.

Website bisnis dapat menjadi aset digital jangka panjang

Di tengah persaingan yang semakin kompetitif, website dapat berfungsi lebih dari sekadar halaman informasi perusahaan. Jika dirancang sesuai kebutuhan, website bisa menjadi pusat informasi produk, sarana promosi, saluran permintaan penawaran, hingga tempat pelanggan melakukan pemesanan.

Bagi UMKM yang selama ini hanya mengandalkan media sosial atau platform pihak ketiga, website milik sendiri juga dapat menjadi sarana untuk membangun identitas merek secara lebih konsisten.

Beberapa manfaat yang dapat dikembangkan melalui website bisnis antara lain:

  • Meningkatkan kredibilitas usaha. Informasi perusahaan, alamat, katalog produk, portofolio, dan kontak resmi dapat disajikan dalam satu tempat.
  • Memperluas jangkauan pemasaran. Website yang dioptimalkan untuk mesin pencari berpeluang ditemukan calon pelanggan di luar wilayah operasional bisnis.
  • Membuka peluang pelanggan baru. Formulir permintaan penawaran, tombol WhatsApp, dan fitur pemesanan mempermudah calon pembeli menghubungi perusahaan.
  • Membangun aset pemasaran sendiri. Pemilik usaha memiliki kendali lebih besar atas konten dan pengalaman pengunjung, meskipun tetap perlu mengelola hosting, keamanan, serta pemeliharaan website.
  • Mendukung pemasaran digital terpadu. Website dapat dihubungkan dengan media sosial, iklan digital, katalog produk, dan sistem analitik untuk mengevaluasi kinerja pemasaran.

Manfaat tersebut bukan jaminan penjualan akan langsung meningkat. Hasilnya tetap bergantung pada kualitas produk, harga, pelayanan, strategi promosi, serta kemampuan bisnis mengubah pengunjung menjadi pelanggan.

Aplikasi bisnis membantu operasional lebih terukur

Selain website, aplikasi dan perangkat lunak bisnis dapat membantu pelaku usaha mengelola kegiatan operasional secara lebih sistematis.

Sebagai contoh, toko ritel dapat menggunakan aplikasi kasir atau point of sale (POS) untuk mencatat transaksi, memantau stok, serta menyusun laporan penjualan. Sementara itu, perusahaan dengan proses operasional yang lebih kompleks dapat mempertimbangkan sistem pengelolaan pelanggan (CRM), inventaris, pemesanan, atau perencanaan sumber daya perusahaan (ERP).

Integrasi antarsistem memungkinkan data penjualan, persediaan, dan keuangan dikelola secara lebih terstruktur. Dengan informasi yang lebih mudah diakses, pemilik usaha dapat mengevaluasi produk yang paling diminati, memantau kebutuhan stok, dan mengambil keputusan berdasarkan catatan bisnis.

Meski demikian, pemilihan aplikasi sebaiknya dimulai dari persoalan nyata yang ingin diselesaikan. Usaha kecil belum tentu membutuhkan sistem yang kompleks; solusi sederhana yang benar-benar digunakan secara konsisten bisa lebih bermanfaat daripada aplikasi mahal dengan banyak fitur yang tidak diperlukan.

Ekonomi digital membuka peluang, tetapi persaingan juga meningkat

Besarnya potensi pasar digital turut tercermin dalam laporan Bank Indonesia pada 21 Agustus 2026. Dalam siaran pers Karya Kreatif Indonesia 2026, Bank Indonesia menekankan tiga strategi transformasi digital UMKM, yaitu pemanfaatan teknologi digital di sektor pertanian, perdagangan elektronik untuk memperluas akses pasar, serta pencatatan keuangan digital untuk mendukung efisiensi dan akses pembiayaan. 

Bank Indonesia

Sementara itu, Kementerian Perdagangan pada September 2026 juga mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial atau AI untuk mendukung riset pasar, pembuatan konten, strategi iklan, dan komunikasi dengan calon pembeli internasional. 

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa teknologi digital memiliki fungsi yang semakin luas. Teknologi tidak hanya digunakan untuk memperkenalkan produk, tetapi juga membantu bisnis memahami pasar, mengelola proses kerja, dan mempersiapkan ekspansi.

Namun, kehadiran teknologi saja tidak cukup. Pelaku usaha tetap perlu menjaga kualitas produk, memenuhi pesanan tepat waktu, memberikan pelayanan yang baik, serta memastikan keamanan data pelanggan.

Analisis Redaksi: Digitalisasi sebaiknya menjadi strategi bisnis, bukan sekadar tren

Bagian berikut merupakan analisis redaksi GaptaTV, bukan pernyataan langsung dari narasumber.

Dorongan untuk memperkuat digitalisasi UMKM memperlihatkan adanya peluang bagi pelaku usaha yang ingin meningkatkan daya saing. Tantangannya bukan sekadar membuat bisnis terlihat modern, melainkan menentukan bagaimana teknologi bisa memberikan manfaat yang terukur.

Untuk usaha yang baru berkembang, langkah awal dapat berupa website profil perusahaan, katalog produk digital, dan saluran komunikasi pelanggan. Setelah kebutuhan meningkat, bisnis dapat mengembangkan fitur transaksi, integrasi pembayaran, pengelolaan stok, hingga aplikasi khusus sesuai proses operasional.

Bagi perusahaan yang sudah memiliki website, evaluasi juga penting dilakukan. Website yang lambat, tidak nyaman digunakan melalui ponsel, sulit ditemukan di mesin pencari, atau tidak memiliki jalur konversi yang jelas berpotensi membuat peluang pemasaran tidak dimanfaatkan secara optimal.

Karena itu, strategi digitalisasi sebaiknya mencakup tiga hal utama: menjangkau calon pelanggan, menyederhanakan operasional, dan mengukur hasil bisnis.

Pemilik usaha juga perlu mempertimbangkan biaya pengembangan, keamanan, pemeliharaan, pelatihan karyawan, dan potensi keuntungan sebelum memilih solusi teknologi.

Pada akhirnya, website dan aplikasi bukan pengganti kualitas produk maupun pelayanan. Keduanya merupakan perangkat pendukung yang dapat memperkuat kemampuan bisnis untuk bersaing apabila direncanakan dan dikelola dengan tepat.

Kesimpulan

Digitalisasi UMKM menjadi salah satu isu penting dalam pengembangan ekonomi Indonesia. Dorongan yang disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief, sebagaimana diberitakan ANTARA pada 10 Oktober 2026, menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi yang diiringi penguatan kapasitas usaha dan perluasan akses pasar.

Bagi pelaku bisnis, website dan aplikasi dapat menjadi bagian dari strategi tersebut, mulai dari memperkenalkan produk hingga mengelola transaksi dan operasional. Tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa investasi teknologi benar-benar sesuai kebutuhan dan menghasilkan manfaat yang dapat dievaluasi.

Dengan perencanaan yang matang, digitalisasi berpeluang menjadi salah satu fondasi bagi UMKM untuk tumbuh lebih produktif, menjangkau pelanggan baru, dan meningkatkan daya saing di pasar yang semakin luas.

Butuh Solusi Serupa untuk Bisnis Anda?

Konsultasikan kebutuhan pembuatan sistem, website, atau live portal bersama tim kami.

Konsultasi Sekarang